Layani 3 Juta Jamaah Haji, Saudi Sediakan Fasilitas Medis Canggih Gratis

Bagikan Via

JEDDAH – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyediakan lebih dari 100 fasilitas medis berteknologi canggih untuk melayani para jamaah haji dari seluruh dunia secara cuma-cuma. Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan, jumlah jamaah haji tahun ini akan mencapai sekitar 3 juta jiwa.

Belasan rumah sakit dan puluhan klinik kesehatan dengan peralatan berteknologi tinggi telah disiapkan. Puluhan ribu dokter dan perawat juga telah dikerahkan.

“Delapan rumah sakit dan 93 klinik berlokasi di daerah Masya’ir, sedangkan sembilan rumah sakit ada di Makkah,” kata  Direktur Haji dan Umrah Departemen Urusan Kesehatan Makkah, Mwafaq Abutalib kepada para wartawan dari berbagai negara saat mengunjugi fasilitas kesehatan untuk jamaah haji di Makkah, Selasa (17/7/2018).

Mwafaq mengatakan, wilayah Masya’ir meliputi Mina, Arafah dan Muzdalifah. Sebanyak 17 rumah sakit di wilayah ini di antaranya adalah Arafah East Hospital, Arafah General Hospital, Namirah General Hospital, Jabal Rahmah Hospital, dan Mina Emergency Hospital.

“Sedangkan klinik kesehatan ada 46 titik di Arafah, enam di Muzdalifah, 25 di Mina dan 16 di Jumarat,” katanya. Dia menambahkan, rumah sakit yang disiapkan untuk melayani jamaah haji di wilayah Makkah di antaranya King Abdullah Medical Hospital, Jiyad Hospital, Al-Haram Hospital, Heraa Hospital dan Maternity and Children Hospital.

Menurut Mwafaq, Arafah East Hospital dan klinik yang berada di Masya’ir hanya dibuka saat musim haji. “Fasilitas kesehatan yang ada di Mina hanya beroperasi lima hari, yang di Arafah dua sampai tiga hari, dan di Muzdalifah satu malam,” ujarnya.

Beberapa pelayanan yang disiapkan di sejumlah fasilitas kesehatan tersebut adalah perawatan gawat darurat, perawatan intensif (ICU/ intensive care unit), ruang operasi, pemeriksaan X-ray, CT scan, serta ruang bersalin dan perawatan intensif bagi bayi (NICU/ neonatal intensive care unit).

Mwafaq melanjutkan, seluruh pelayanan kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bagi jamaah diberikan secara cuma-cuma.

Pada tanggal 19 Agustus, prosesi ibadah haji dimulai. Pada tanggal tersebut, jamaah haji mulai berniat dan bertolak ke Mina dan menginap selama satu malam. Esok harinya, tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji berangkat ke Arafah di mana mereka melaksanakan Wukuf. Di sini para jamaah dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan tidak meninggalkan Arafah hingga matahari terbenam.

Setelah berdoa di Arafah hingga matahari terbenam, para jamaah berangkat ke Muzdalifah dan menginap. Setelah matahari terbit, jamaah bertolak menuju Mina.

Pada tanggal 10 Dzulhijjah yang juga dirayakan seluruh umat Islam sebagai hari raya Idul Adha, jamaah melakukan lempar jumrah dengan kerikil yang diambil di Muzdalifah atau Mina.

 

Sumber : Sindonews (Yadi Hendriana)

rabu 18 juli 2018 12:39 WIB

Tertarik Menjadi Mitra Perjalanan Kami?

Isi formulir pendaftaran dengan mengklik tombol dibawah

Social Media Kami

TELEPON
WhatsApp